21 January 2008

Menanti-nanti yang dinanti

Hmmm, sudah sekitar sebulan ini aku menantikan sesuatu yang sangat kuharapkan, dan apabila harinya tiba suatu hal yang baru akan dimulai. Aku bukannya bermimpi-mimpi akan sesuatu yang baru itu, melainkan menantikan sesuatu itu yang tak kunjung datang. Yah, seperi biasa semua orang akan menasehati aku untuk bersabar dan terus bersabar. Setiap matahari terbit, aku selalu berharap dan terus berharap, wew, memang bercampur aduk perasaan ini. Setiap orang acapkali bertanya "kamu sekarang dimana?", "kapan berangkatnya?", fuuuhhh, setiap jawaban selalu sama dan sama, kalo tidak A ato B ato C dan terus bergantian. Tapi apa boleh buat, aku harus menyadari bahwa semuanya itu berujung pada nasib dan kurasa masih banyak pekerjaan lain yang masih bisa kuperbuat.... tapi penantian itu takkan pernah terlupakan...

5 komentar:

Anonymous said...

Mau pindah ke Jawa ya?

hpa said...

Wah, apa donk? Puitis :). bikin penasaran nih...

Sundel O said...

>>Anis : hik, sepertinya iya... oh hutannn... :(

>>Hilman : :D secerca harapan critanya, ah norak ah, kok puitis sik...

Anonymous said...

Penantiannya akan segera berujung nih . Tak enteni ndek Babakan Sapi Lanang!

Anonymous said...

>>NOVI : hhihihihi...tenan loh ya :)