Ooo Burung Kemarilah...
Hamparan sawah luas yang sudah dipanen dan kini tinggal sisa-sisa potongan padi, kubangan air dan lumpur ....
Yang tadinya hijau royo-royo kini sudah terisi oleh hewan-hewan bersayap warna putih yang entah dari mana datangnya. Kupandangi dari kejauhan betapa asiknya mereka, mematuk-matuk ke bawah sambil mencari ikan di sawah kubangan itu... dan terus silih berganti, beberapa yang terbang meninggalkan sawah dan beberapa lagi ada yang datang, semilir angin dan terik matahari kian menghangatkan suasana, sehingga mereka semakin berjibun datang ...
Ceklek... ceklek... empat kali suara besi dan kayu beradu, dan sepasang mata yang liar jelalatan kesana kemari bak malaikat penjemput nyawa .... diikuti dengan hentakan telapak kaki yang suaranya samar-samar halus dan terus kian makin halus...bak suara sepoi-sepoi angin gunung yang melewati hamparan sawah itu...
Jebret... butiran timbal melesat bagai petir dan mengancam nyawa mereka... kepakan-kepakan sayap serentak bersamaan disertai perasaan cemas... beberapa burung terbang ... dan satu yang tertinggal...huhuiii!!!! malam ini aku makan enak, lumayan dapet satu ekor segede ayam.
Tapi ternyata juga tidak selamanya nasib bagus itu selalu kudapat, dan tidak selamanya pula nasib buruk menghampiri burung-burung belibis itu. Cuma sekarang kegiatan bedil membedil ini baru kugandrungi karena untuk mengisi waktu luangku, jadi...?! adakalanya nasib ini tukar menukar dengan burung-burung belibis di sawah itu, hik :( sorrryyy burung... mau ku goreng ato ku bumbu asam manis... KEMARILAH...
30 December 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

4 komentar:
Hwaaa.. pembunuh..
>>Anis :namanya rantai makanan Nis... :D
Tenang Nis, namanya juga rantai makanan, ntar lagi Mas Nova jadi santapannya nyamuk koq :)
>>Novi : hehehe, gantian diburu ...
Post a Comment