02 September 2007

Keraguan


Sudah 3 minggu ini Anton belum pulang juga dari tugasnya di luar kota. Hati Nita kian hari kian resah juga, apalagi setiap dihubungi, Anton tidak pernah memberikan jawaban. Perasaan Nita menjadi semakin gundah dan rasa cemburu serta pikiran-pikiran negatifnya terhadap Anton semakin menggelora didalam pikirannya.
Suatu saat ada berita yang menghebohkan untuk Nita, teman-temannya bercerita kalo Anton kini sudah menikah. Sampai pemberitaannya ada dimana-mana di surat kabar ataupun radio. Tersayat-sayat, pedih dan kecewa serta putus harapan, itulah yang saat ini dirasakan Nita. "Anton...kamu tega banget, betapa besar pengharapanku, cintaku kepadamu, sudah sekian lama aku menunggu dengan setia, ternyata itu yang kamu perbuat..."katanya dalam hati sambil menangis. Maklum Nita ini orangnya mempunyai karakter melankolik dan orangnya sedikit tertutup, jadi kadang orang lain sulit untuk memahami isi hatinya.

Sekitar pukul 04.00 subuh, Nita keluar rumah dan dia berjalan menuju rel kereta yang ada di sebelah utara desa tempat dia tinggal. "Ton, ini yang akan aku perbuat, aku ingin membuktikan bahwa rasa cintaku kepadamu sebegitu besar sampe aku rela mati demi dirimu..."katanya dalam hati. Rupanya Nita sudah bertekad bulat untuk bunuh diri, karena rasa kecewanya dan putus harapan akan cintanya kepada Anton.
Dirinya sekarang mulai merebahkan tubuhnya diatas rel kereta api. Sambil terdengar desisan suara Nita yang mengalun menyanyikan sebuah lagu "hancur hatiku...dst" kemudian disambung "wouwo...lelaki...buaya darat..." dan terus disambung lagi lagu love of my life nya Queen, tetapi kereta tetap tak kunjung datang juga untuk menghampiri nyawanya.
Kini posisi Nita sudah tidak merebah dan melintang lagi di rel kereta, kini sudah berdiri karena kalau merebah terus posisinya terasa kurang nyamanm katanya. Nah sekarang mulai kelihatan titik kecil dikejauhan, yang kian lama kian mendekat....

Pada jarak 300 meter kereta itu dari dirinya, Nita berkata dalam hati "apa betul orang bunuh diri itu akan masuk neraka??" , kemudian pada jarak 200 meter, Nita berkata lagi "apa iya Anton itu menikah lagi.." , pada jarak 150 meter "apa iya yang diberitakan itu Anton Prawiro kekasihku..?", pada jarak 25 meter "apa iya aku ini memang kekasihnya Anton??" ...keraguan ...dan akhirnya braaaakkkkk, nyawa Nita melayang, dan setelah itu kematian Nita menjadi berita yang sangat menghebokan, di radio, surat kabar dan di televisi.

Jiwanya yang gentayangan itu masih juga penasaran, dilihatnya teman-temannya berkerumun membaca berita heboh di koran tentang kematian dirinya, dan satu lagi dilihatnya di kolom bagian bawah surat kabar itu terdapat tulisan "Anton kini sedang berbulan madu", dan dicermatinya sekali lagi ada kalimat "Antonio Banderas (artis) sedang berbulan madu di ..." ..."Glek..." Nita bengong, "jadi bukan Anton Prawiro.....kekasihku..."

Ooooooh....Niiii...taaaa...

6 komentar:

hpa said...

Btw, ini cerita lain lagi, Kang. Seorang cowok datang ke toilet umum, mau pipis:) Dia "ragu" masuk ruangan mana. Karena dia dari kampung, gak jelas gitu, dia ga bisa baca petunjuk :), mana WC buat pria mana buat wanita. Dasar si cowok ini udah gak nahan pengen pipis, dia masuk aja salah satunya.

Nah. sewaktu dia mau keluar, ada cewek mau masuk ruangan itu. Si cewek kaget, "Lho, Mas. Ini kan buat wanita!" teriak si cewek rada2 kesel. Dasar si cowok ini nakal, gak habis akal, dia buka celana dan menunjuk ke bagian vital, berteriaklah dia gak kalah kesal : "Lho, Mbak. Innni buat siapa?" Si Mbak berteriak (lagi) sambil menutup muka.

"Semmprrreeet lo tuhh yaaaa!"

hahaha...

Anonymous said...

mantep! ngakak guling-guling aku bacanya.
apalagi antonio banderas itu.. mengingatkan aku dengan banderas merah putih..*halah plesetan maneh*

Anonymous said...

@Hilman: Pram nakal!

Anonymous said...

>>Hilman: :D ...
>>Phoenixfly : dudu susu banderas...? :)

Vie said...

Nita mati sia²!

hpa said...

Nita = inikah CiNtA?

:D