01 June 2007

Wanita si "Kupu-Kupu Malam", Sang L*nt*e Karir

Mendengar dan menyimak lirik lagu "Kupu-Kupu Malam" karangan Titik Puspa yang pernah dilantunkan kembali oleh Band Peterpan, aku menjadi tertarik juga untuk membahas hal ini. Tentang kupu-kupu malam ato PSK ato disebut juga Wanita Tuna Susila dan seterusnya dari abad ke abad, tahun ke tahun toh masih itu2x juga, so pasti langsung ke arah moralitas yang negatif, pengerusakan kehidupan sosial (social disease) dsb...
Hal ini mengingatkanku pada awal tahun 2001 lalu, aku tidak menyangka kalo diriku ternyata satu kos dengan beberapa orang yang berprofesi sebagai PSK, walaupun profesi itu sebagai profesi sambilan selain profesi pokok mereka sebagai waitress di sebuah club malam sekitar dalem kaum-braga. Sebut saja mereka Ls, Ia dan Yn, yang kebetulan kamar mereka tepat disebelah kamarku dan yang satunya lagi berseberangan.
Setiap siang jam istirahat aku pulang ke kos sebentar, pasti rokokku akan langsung habis setengah bungkus atau amblas. Bagaimana tidak, setiap sampe di kos mereka pas bangun tidur, karena jam tidur mereka dari jam 06.00 pagi setelah sepulang dari kerja, "mas, bagi rokoknya donk...satu" kata Ia, tapi satu batang dan satu batang lagi dst. sampe akhirnya habis, belum lagi Yn (smokin' in the boys room) . Ya udah beramal..kataku dalam hati. Awalnya aku agak jaga jarak dengan mereka, karena perbedaan cara bergauul yang cukup menyolok antara aku dan mereka yang tentunya kurang nyambung. Tapi setelah beberapa hari baru kusadari, Dia aja mau bergaul dengan perampok bahkan wanita sundal sekalipun, kenapa aku tidak, apalagi temen satu kost. Ya udah lah, mau gak mau aku harus sedikit menyesuaikan dengan mereka, sering kuajak mereka nyanyi-nyanyi, aku yang main gitar dan mereka yang nyanyi-nyanyi, ato kadang mereka sering kepersilakan untuk main game komputer di kamarku, yang kian lama kami menjadi akrab juga. Apalagi Yn, kalo pulang jam 03.00 dini hari (baru sepi ya???:>), dia selalu menyempatkan bawa oleh2x gorengan atau apa aja yang bisa dimakan, walaupun kadang aku baru kantuk berat atau sudah tidur...tok tok tok "mas mau makanan enggak!!!" teriaknya...Bangun lah aku akhirnya mau gak mau "berisik banget sik!!!" kataku. Yah , akrab banget dan enjoy aja bro...Pokoknya waktu itu aku berprinsip "aku gak mau mencampuri kehidupan profesi mereka, apalagi memanfaatkannya". Hanya saja waktu itu "calon ibunya vinz dan vel" cukup stress serta uring-uringan mulu, karena melihat pola pergaulan yang vulgar dan sedikit ngacau :) di lingkungan kos ku serta ada sedikit unsur-unsur cembokur tentunya.
"eh, kalian kok pada kaya-kaya sih?" kataku kepada mereka. "nah itulah mas, kita hidup didunia ini kan mau seneng kan?...masa mas mau hidup gitu mulu?hahahahaha...." kata Ia."iya..." sambil kujawab dengan perasaan keki. Yupe, inilah prinsip hidup friend, dalam hatiku nyebut. Memang mereka waktu itu kalo diukur dengan income-ku per bulan jauh lebih besar mereka, belum tips2x yang mereka dapat ato bonus lain yang legal atopun gak legal. Ok, ok , mungkin prinsip hidupku beda dengan kalian. so, terserah kalian.
Kira-kira pertengahan tahun 2002, "Ia" harus pindah dari kos karena dia harus pindah ke Jakarta dengan alasan mau pindah kerja. "a..kok ke jakarta mau ngapain sih?" kataku.."kan dah kubilang dari dulu mas, aku pengen hidup lebih seneng donk...!?" kata Ia...memang waktu itu ada yang mau menawarkan pekerjaan baru kepada Ia dengan penghasilan yang lebih besar dan lebih bonafit, tapi ya masih seputar dunia malam juga.."ok goodbye, Ia!" dan sampe sekarang aku pun gak tahu udah jadi apa kamu sekarang ...:) unik...itulah hidup...
Terlepas dari pandangan sosial, moralitas, norma, apapun namanya baik presiden, pengusaha, tukang becak, pencuri, WTS, pengemis semuanya adalah orang-orang karir. Kalo melirik sedikit ke masalah manajemen,salah satunya menurut Gibson dkk. (1995: 305), yang menyatakan bahwa pengertian karir adalah rangkaian sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pengalaman dan aktivitas kerja selama rentang waktu kehidupan seseorang dan rangkaian aktivitas kerja yang terus berkelanjutan. Jadi apapun yang namanya rangkaian aktivitas kerja seseorang dapat disebut sebagai karir. Dan sudah secara naluriah seseorang pasti ingin meningkatkan karirnya dan itu demi apa saja bisa terjadi...
Selanjutnya, seorang wanita yang berprofesi sebagai PSK atau bahasa kasarnya disebut sebagai "l*nt*e" pun dapat juga termasuk kriteria wanita karir, karena mempunyai serangkaian aktivitas kerja tertentu dengan motivasi tertentu juga yang sama halnya dengan motivasi seorang wanita karir lainnya, diantaranya bisa berupa kebutuhan finansial, sosial-relasional kebutuhan, akan adanya kebutuhan aktualisasi diri ( A. Maslow,1960) , ataupun alasan-alasan lainnya yang terbaik bagi motivasi dirinya. .... "where are You... Ia,Ls,Yn ????"

2 komentar:

Anonymous said...

ih..ih..ih, elo kan fans berat Ida, Yeni..mentang-mentang jadi koki, beliau-beliau itu masih keneh ti bandung..salam

Sundel O said...

oo gitu...kalian dimana neh...