Yang berarti itu...
Sudah enam bulan ini aku merasa dekat sekali dengan rumahku. Memang perasaan bahagia yang tak terbayangkan, walaupun aku belum bisa setiap hari mendampingi Vinz dan Vell. Harapan besar untuk mendekatkan diriku pada mereka sangat besar sekali. Aku paling senag kalo melihat mereka berdua sedang bermain ataupun saat sedang terlelap tidur.
Tapi pernah sesekali aku ingin mendampingi Vinz untuk mengantar tidur malamnya, dan waktu itu Vinz nyeletuk "...bapak tidur di depan TV aja, bapak khan tidurnya bukan disini.." katanya, saat itu aku tersenyum geli tapi hal ini juga begitu dalam menohok perasaanku. Dan saat itu aku menyadari bahwa selama ini setiap kali aku pulang ke rumah aku tidak pernah mengantar dan mendampingi mereka tidur malam, sehingga hal ini menimbulkan anggapan bahwa tempat tidurku adalah di depan TV. Yah, namanya sebuah proses, tapi hal ini memberikan suatu pelajaran yang sangat berarti bagiku, bisa jadi hal ini karena aku terlalu cuek ataupun kurang intim untuk mendampingi mereka, walaupun hal ini tadinya kuanggap sebagai hal kecil yang tidak berarti.
Namun semua ini akhirnya bisa menyadarkanku juga, memang sesuatu hal yang tidak berarti itu belum tentu tidak berarti juga bagi orang lain, bahkan bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti. Hiksss... :(
15 September 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 komentar:
Lha iya lah, bener Vinz, masak tempat boboknya Bapak sama Vinz dan Vel, mestinya ya sama Ibunya Vinz dan Vel.
Post a Comment