
"Gelombang Cinta... yang tercabik-cabik..."
Entahlah apa jadinya?? gelombang cinta itu sudah tercabik-cabik dan begitu rusak... walaupun si pelaku yang mencabik-cabik gelombang cinta itu so pasti tidak akan pernah bersalah karena dia tidak bermaksud dendam atau mengkhianati... yang jelas tidak akan pernah ada perasaan negatif dalam perbuatannya, hanya sekedar bereksplorasi... karena memang sudah saatnya...
Berawal waktu ibu mertua membawakan tanaman hias Anthurium dari Cilacap kira-kira 2,5 tahun yang lalu, waktu itu tingginya -/+ 7-10 cm, dan hanya kutaruh untuk sekedar mengisi teras depan yang sempit serta ku taruh diantara tanaman adenium ku. Hanya ku rawat biasa saja, paling hanya beberapa waktu kuberi pupuk atau ku semprotkan anti hama, tidak ada yang spesial seperti aku merawat tanaman-tanaman adeniumku.
Sekitar setahun yang lalu ada seorang temanku yang mengatakan kalo jenis tanaman Anthurium yang kumiliki ini namanya "Gelombang Cinta" dan konon harganya kalo sudah dewasa bisa jutaan. Namun lagi-lagi tetap tidak lari dari masalah selera, aku kurang begitu tertarik, hanya kubiarkan saja tumbuh dan kurawat sewajarnya.
Dan saat ini Gelombang Cinta itu sudah tercabik-cabik, dan tidak mungkin kusemprot dengan anti hama, karena hamanya adalah "Vinz". Daunnya sudah ada yang mengering, dan beberapa sudah terpotong setengah... hik hik hik hik :( untung aku bukan anturium mania, jadi hanya kupindahkan saja dari tempat semula dan kuganti potnya dengan yang baru....
Berapa ya harganya kalo bentuknya sudah seperti itu??? :)
28 October 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

8 komentar:
Kang, Mama aku suka memelihara bunga2 sampai di pekarangan dan taman belakang rumahnya penuh dg bunga2. Kalo nama bunga2 nya Aku kurang begitu paham. Tapi kalo papaku lain, Beliau sukanya ngoleksi batuan. Jadilah rumah mereka spt taman dan gallery batuan. Sampai sekarang pun masih seperti itu :)
Thank ya Kang, tulisan ini jadi ngingetin Aku akan Mamah ku tercinta.... :)
Buset.. namanya romantis nian :-)
Haha, si Vinz jadi kayak Ulet. Ketularan Papanya nih yang doyan makan daun. Btw, pas kemaren pulang ke Malang, ada banyak Anthurium dari yang kecil sampe besar di depan rumah ku. Kalo satunya seharga sejuta.. wah Bapakku sugih tenan Kang.
Cep... cep... udah jangan manyun ah. Kan daunnya bisa tumbuh lagi (bisa kan?). Ntar klo tumbuh daun baru, baru rawatlah dengan telaten.
>>Hilman : :) sama2x
>>Anis : hehhehe, aku juga gak ngerti siapa yang namain begitu...
>>Novi : loh jelas.. donk, tapi mgk krn lagi ngetrend jadi hrg nya selangit bgitu
>>Vie : harus ku bawa ke Tator Kak.. :D
Apdet dong.. apdet..
kenapa gak nanem daun ganja aja? untuk lalap gitu...
>>Vira : hehhhehe, husss, narkoba loh itu... :)
Post a Comment