24 September 2007

Oboe
Kalau anda pecinta musik klasik pasti tidak akan asing dengan suara salah satu alat instrumen yang disebut "Oboe". Oboe berasal dari kata Prancis "hautbois", yang berarti kayu (bois) tinggi (haut).

Oboe adalah alat musik melodis (tiup) yang mampu memberikan suara amat halus, ekspresif. Oboe memakai jarak not ( note range) sopran, menggunakan selaput gelagah dobel dan ukuran panjangnya 62 cm. Batang kayu berbentuk seperti kerucut ramping panjang yang ujungnya melebar menyerupai lonceng.

Oboe moderen berasal dari jaman Mozart dan Haydn, yang sebelum masa itu, di jaman Renaissance, bunyinya jauh lebih keras, menyerupai trompet. Jarak not-nya mulai dari B-mol di bawah C tengah sampai ke A, hampir mencapai tiga oktaf (A6). Keluarga oboe dengan nada bas adalah faggot atau bassoon.

Range antara suara keras dan lembut tidak terlalu besar, sehingga alat musik ini memberikan kesan amat terkendali. Alat ini menurut tradisi dibuat dari kayu hitam dari Afrika, dinamakan "granadilla". Instrumen terdiri atas tiga bagian. Bagian atas memiliki 10 atau 11 lubang, dan dimainkan dengan jari-jari tangan kiri. Bagian bawah juga mempunyai 10 lubang dan dikendalikan oleh jari-jari tangan kanan. Bagian bawah yang berupa lonceng mempunyai dua lubang dengan katup, tetapi jarang digunakan oleh pemain. Selaput gelagah dobel dibuat dari semacam rotan yang tumbuh di pantai timur Spanyol dan pantai selatan Prancis. Selaput ini dikeringkan dan "dimasak" dalam kurun waktu beberapa tahun. Bagian selaput (reed) ini amat menentukan kualitas suara yang diperoleh.

Lagi-lagi yang namanya musik adalah soal bunyi. Ada kalanya musik yang dinyanyikan (cantata) dan ada yang disuarkan (sonata). Kedua ekspresi adalah bentuk kesenian yang tinggi mutunya dalam jenisnya masing-masing, kita tidak bisa mengatakan bahwa sonata adalah lebih baik dari cantata dan begitu sebaliknya. Bahkan dalam simfoni seperti Beethoven no.9), Oratorio Handel dan Bach, "Requiem" Mozart semuanya diramu dengan begitu indahnya.

Yupe, "Oboe" ... salah satu alat musik yang kusuka, sayang aku belum bisa memainkannya sampai dengan saat ini... aku hanya bisa menyanyikan "oboe..oboe...(suku-suku) bathok" ato "oboe-oboe (kupu-kupu)... yang lucu" ato "oboe (ibu)..ku sayang..." ck... halah malah jadi plesetan :)

4 komentar:

Vie said...

Belajar main oboe sendiri kan bisa. Suamiku belajar main oboe sendiri, sampe sekarang masih cemprang bunyinya.

Anonymous said...

kalo sampe ke tangan orang madura, mereka bilangnya jadi : da' rema je, ri mari kita main bo oboe tak iye :)
*maksude opo to?*

Anonymous said...

>>Vie : hik, di Toraja mbak...:D
>>Gre : Hahaha, pekok tenan ...

Anonymous said...

Hello,

Main oboe juga?

Silahkan melihat-lihat blog saya mengenai oboe.


http://orinocohafen.wordpress.com

Thank you.