Das Sollen & Das Sein
Dalam kehidupan kita, kadang banyak kejadian-kejadian yang jauh dari harapan kita, yang tentunya bisa menyebabkan kita stress, sedih, frustasi,bahkan kalau terlalu dalam bisa membuat kita depresi. Memang inti dari semua ini tentunya sangat tergantung dari gimana kita me-manage kehidupan kita sendiri.
Hal ini mengingatkan aku pada delapan tahun yang lalu, saat aku masih "cekolah"/kuliah dan masa "mbeling-mbelingnya". Pada saat itu aku inget banget
tentang istilah dalam suatu mata kuliah manajemen (manajemen ekspektasi)--> "Das Sollen" dan "Das Sein" (yang seharusnya terjadi dan yang sebenarnya terjadi), karena aku cuma hafal itu aja.:D
Cuma aku saat ini membayangkan aja dalam suatu situasi dimana "plan" sudah disiapkan dengan matang, ekspektasi kita adalah " Das Sollen" ternyata hasil akhirnya jauh dari ekspektasi kita " Das Sein". Kalau kita tidak siap dengan "Das Sein", akan banyak ekses terhadap diri kita tentunya.
Sebenernya dalam manajemen ekspektasi dan pola pikir gradasi bukan sesuatu hal yang baru, mungkin kita sudah menerapkan dalam kehidupan sehari-hari cuman kadang kita tidak menyadarinya. Ada beberapa hal penting yang perlu dipegang, antara lain :
1. Pengenalan terhadap kemampuan kita
2. Selalu mencari alternatif
3. Dan hindari keadaan "being cornered"(Keadaan dimana kita harus menerima "Das Sein" dan tidak ada alternatif lain).
Pengenalan terhadap diri sendiri adalah hal yang paling puenting. Kalau kita mengenal diri sendiri kita tentunya bisa mengukur keadaan dimana kita bisa mencapai hasil yang punya tk. probabilitas besar dan yang pasti tercapai. Pencarian alternatif membutuhkan kreatifitas. Kreatifitas bisa dilatih dan dikembangkan, karena setiap orang punya potensi dan sangat tergantung dari kemauan individu untuk berkembang dan belajar. Dengan alternatif alternatif tersebut kita bisa memberi ranking paling atas sampai paling bawah (skala prioritas). Rangking paling bawah harus kondisi yang kita punya probability besar dan bahagia dengan alternatif tersebut.
Kalo toh teori macam itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari memang kemungkinan hidup ini akan jadi rada "entheng", tapi kalo menurutku gak semudah itu sih, karena mungkin masih ada pertimbangan lain yang tentunya berada diluar nalar (etis, norma, dsb) dan penilaian subyektifitas (sensibility).

0 komentar:
Post a Comment